Penyusunan RKAS BOS, SMA N 1 Lolak Libatkan Semua Guru

SMANSALOLAK.SCH.ID-Beralihnya kewenangan SMA/SMK ke Tingkat Propinsi maka secara keseluruhan pengelolan keuangan SMA/SMK merujuk pada Pergub. Sama halnya dengan pengelolaan dana BOS yang mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) berdasarkan Permendikbud no o8 Tahun 2017, tetapi disesuaikan dengan Pergub yang telah dikeluarkan oleh Gubernur disetiap wilayah khususnya sekolah yang ada di Propinsi Sulawesi Utara.

SMAN 1 Lolak sebagai salah satu penerima dana BOS dengan jumlah total Rp. 323.400.000 Tahun 2017 ini. Dana tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa yang memiliki NISN di aplikasi Dapodikmen SMAN 1 Lolak.

Sebagai syarat dari pencairan dana BOS tersebut maka pihak propinsi mewajibkan kepada setiap Sekolah jenjang SMA/SMK untuk membuat Rencana Kerja Anggaran Sekolah sesuai dengan dana yang akan dicairkan untuk dijadikan acuan dalam pembelanjaan selama periode 1 tahun. Namun proses pencairan dana BOS SMA/SMK dilakukan setiap 3 bulan atau tiap Triwulan dalam 1 Tahun mengacu pada juknis 2017.

Kepala SMAN 1 Lolak, Toisi Makalunsenge, S.Pd dalam Rapat Penyusunan RKAS yang berlangsung di Ruang Dewan Guru (16/03/2017), menyampaikan agar seluruh Guru yang ada di SMAN 1 Lolak agar serius untuk menyusun RKAS tersebut. “Saya berharap Guru-Guru yang ada hari ini agar betul-menyusun RKAS ini sesuai dengan kebutuhan sekolah dan tentunya sesuai dengan faktur harga atau SBU (Standar Biaya Umum) yang telah ditetapkan oleh Propinsi Sulawesi Utara tentunya, tuturnya.

Operator Sekolah, La Fendi, S.Pd sebagai pengarah dalam penyusunan RKAS tersebut menghimbau kepada setiap guru agar berhati-hati dalam menentukan harga pada penyusunan RKAS BOS. “Silahkan disusun sesuai dengan Juknis BOS tetapi harus disinkronkan dengan perGub yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, supaya kedepannya tidak akan bermasalah dalam pembelanjaan, kata fendi ketika dimintai tanggapan oleh para guru.

Diketahui bahwa siswa SMAN 1 Lolak berjumlah 237 orang tetapi yang memilki NISN hanya 231 orang,hal ini diakibatkan adanya siswa pindahan yang belum menyerahkan NISN-nya kepada operator sekolah.

*(FT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *