Terkait Program Alih Fungsi Guru; MKKS Bolmong: “Tidak berdampak pada Sertifikasi”

Smansalolak.sch.id-, Perubahan kurikulum bagi sekolah SMK yang diterapkan oleh pemerintah melalui mentri pendidikan Muhajir Effendi nampaknya bukan isapan jempol semata. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat panggilan bagi guru SMK/SMA se Indonesia untuk mengikuti program alih fungsi guru keguru produktif.

SMK sebagai sekolah yang mencetak lulusan siap kerja membutuhkan guru-guru yang ahli dibidangnya masing-masing, sehingga pemerintah melakukan program alih fungsi guru dengan cara mengundang guru-guru SMK/SMA untuk mengikuti magang di perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan jurusan yang ada pada sekolah SMK.

Dalam program ini, Kabupaten Bolaang Mongondow mendapat jatah 42 orang guru SMK/SMA untuk mengikuti program alih fungsi guru produktif tersebut. Namun guru-guru yang mendapatkan surat panggilan merasa khawatir ketika mengikuti program ini, alasannya jangan sampai setelah mengikuti program ini akan berdampak pada sertifikasi khususnya terkait ketersediaan jam mengajar yang tidak sesuai dengan tuntutan Dapodik.

Ir. N.J. Paputungan selaku MKKS Kabupaten Bolaang Mongondow dalam kegiatan sosialisasi program tersebut yang dilakukan di SMK 23 Maret Lolak (13/10/2016) menyampaikan secara rinci bahwa program pengalihan guru ke guru produktif tidak akan berdampak pada sertifikasi bagi guru yang sudah sertifikasi.

“tidak perlu khawatir, ini program bagus yang dibuat oleh pemerintah, program ini sama sekali tidak akan mempengaruhi sertifikasi bapak ibu, karena pemerintah sudah mengaturnya dan tidak akan bertabrakan dengan system dapodik”, kata bapak berkumis tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh E. Takariyanta selaku Sekretaris Diknas Bolaang Mongondow, menjelaskan kepada peserta sosialisasi agar program ini dapat dijemput oleh guru-guru Bolaang Mongondow.

“ini program bagus bapak ibu karena setelah bapak ibu selesai mengikuti program ini maka akan mendapatkan sertifikat keahlian selain sertifikat pendidik, sertifikasi bapak ibu tetap jalan, semuanya sudah diatur oleh pemerintah pusat”, pungkasnya.

Lanjut Pak Takariyanta, “justru kalau bapak ibu kekurangan jam pada sertifikasi maka dengan program ini bisa membantu menambah jam, dan yang belum sertifikasi akan dipercepat sertifikasinya setelah mengikuti program ini”, terangnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala sekolah dan guru-guru yang mengikuti program pengalihan ke guru produktif. (#)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *