Guru yang (seharusnya) Mencerahkan

Guru adalah sosok manusia yang berjasa dalam mengantarkan kehidupan alam ini untuk lebih berguna dan bermanfaat, dengan guru kita bias memperoleh ilmu pengetahuan dan hikmah yang besar dalam pelajaran ummat manusia ini, citra guru yang terbentuk di dalam dirinya sampai saat ini. Menurut  penulis, bukanlah sosok berdasi, intelektual ulung dalam menyiapkan masa  depan , tapi sekedar  sebagai pekerja suara yang berangkat pagi pulang sore, demi kemajuan bangsa ini.

Tulisan ini adalah jawaban sekaligus nurani penulis tentang teguran yang mengusik penulis sebagai pelajar. Tentang (sikap) guru di dunia sekolah (maaf), ada saja dan macam-macam yang dilakukan. Dari keluhan kecilnya gaji, perilaku amoral guru sampai kekerasan guru . Coretan ini tentu bukan bermaksud menghakimi, hanya  berusaha menjelaskan sebuah fakta.  Semoga menjadi renungan dan bahan perbaikan untuk memfungsikan guru  sebagaimana  mestinya.  Bagaimanapun ini adalah fakta dari sisi lain dunia pendidikan Indonesia.

Tidak juga bermaksud mengeneralisir , sebab bisa bersifat merendahkan atau menghakimi. Semua dikembalikan kepada masing- masing individu. Justru harus terpikirkan bagaimana mencari solusinya.

 Bagaimana  jika seorang guru lebih mementingkan barang dagangannya dari pada mengajar di saat jam sekolah ?

Apabila ini terjadi, maka akan mempengaruhi kualitas pendidikan Indonesia khususnya setiap siswa di Sekolah apabila Seorang guru lebih mementingkan jualannya dari pada mengajar. Misalkan Guru si A dalam sebuah institusi sekolah,  pada saat jam mata pelajaran dimulai, guru tersebut akan terlebih dahulu menjajakan jualannya kepada para siswa/I yang ada di kelas. Bukannya memulai pelajaran, bahkan disaat bukan jam mata pelajaran yang ia ampu Guru si A tetap menjajakan jualannya di dalam kelas, jika guru mata pelajaran yang mengajar didalam kelas sedang keluar sebentar, walaupun keadaan siswa/I di dalam kelas sedang belajar atau mengerjakan soal ulangan .

Bagaimana bisa jika seorang guru sangat tidak profesional. Apakah gaji guru kurang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari?

secara sadar saya sebagai siswa sangat terganggu dengan apa yang dilakukan Guru si A seperti yang saya contohkan diatas. Itu sangat menggangu konsentrasi kamiketika menerima pelajaran. Apalagi ia seperti pilih kasih dalam memberikan nilai pada siswa. Siswa yang lebih sering membeli barang dagangannya akan diberikan nilai yang bagus. Misalnya pada ulangan harian semua jawaban siswa di salah satu kelas semua benar. Tetapi nilai semua siswa dikelas itu berbeda-beda, nilai yang paling tinggi akan ia berikan pada siswa yang lebih sering membeli barang jualannya, itu sangat tidak adil dan sangat ironis.

Alangkah baiknya guru seperti Guru si A harus lebih mengintrospeksikan dirinya, agar lebih professional dalam  mengatur urusan pribadi dan pekerjaan.

Dari segi kemampuan ekonomis, guru tidak lagi dipandang sekedar pengamen, penjual diktat, dan buku di madrasah dan sekolah, sehingga dapat membeli sepeda motor dan mobil. Atau “pelacur  profesi” setelah jam dinas bergilir memenuhi panggilan dari pintu ke pintu, sekedar mencari agar dapur tetap berasap.

Bagaimana pula guru sendiri saat ini sebagai pelaku utama pendidikan? dalam undang- undang guru dan dosen disebut  tenaga professional, sama seperti Dokter, pengacara, dll.

Selamanya guru adalah teladan indah dunia pendidikan. Kita bisa baca tulis tak terlepas dari sosok bernama guru. Guru berjasa mengantarkan anda menduduki jabatan tertentu. Penghargaan terhadap guru dapat diungkapkan ketika ajarannya dapat diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari- hari.  Jika mentalitas guru ternodai, masa depan Indonesia terancam. Tetapi ketika guru bersikap baik, kejayaan dan kecerdasan anak bangsa terjamin.

Ah benar pula perkataan “Alangkah Lucunya (pendidikan) Negeri Ini”

Fitriyanti Kaluku

Penulis adalah Siswa Kelas XI IPA di Bolaang Mongondow

2 Responses to Guru yang (seharusnya) Mencerahkan

  1. Frengki says:

    Itu kenapa foto murid yng di pajang.?
    bukan foto gurunya..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *